Rabu, 16 September 2015

Mie Buto dari Jalan Wonosari


Kota Jogja yang memang menjadi kota yang terkenal akan wisata kulinernya yang sangat beragam. Di Jogja Anda bisa nemuin makanan apa saja, mulai dari yang harganya seribuan sampai ratusan ribu. Dari yang harganya sangat mahal, harga sedang, dan sangat murah. Ini dia salah satu tempat yang wajib untuk dikunjungi. Tepatnya berada di daerah Timur kota Yogyakarta. Di jalan Wonosari km. 8 yogyakarta.
Jika dari arah kota maka tempat kuliner ini berada di kanan jalan. Kalau mengaku penggemar mie dan sempat singgah di jogja, harus mampir dan buktikanlah sebagai penggemar mie! Karena ini adalah satu lagi kuliner yang wajib dicoba bagi Anda pencinta kuliner dan pencinta makan besar.
Rasa mie ayam memang tidak berbeda dengan mie ayam yang lain. Namun porsi yang luar biasa ini kadang membuat banyak orang penasaran dan ingin mencobanya. Bahkan beberapa pengunjung datang untuk bertanding siapa yang mampu menghabiskan mie ayam ini. Itulah yang menarik banyak pembeli atau para pencinta kuliner, berdatangan ke sana. Sehingga, banyak orang yang menyebut mie ayam itu dengan  mie ayam porsi kuli, mie ayam porsi siluman, mie ayam jatah kuli, dan lain sebagainya

Selasa, 08 September 2015

Pesona Sate Padang di Jalan Kaliurang


Jika membeli sate di Jogja memang kebanyakan berbahan daging sapi, ayam, kelinci atau kambing. Namun tidak di sini. Sate padang yang cukup digemari ini menggunakan lidah sapi sebagai bahan satenya. Bumbunya pun bukan kecap ataupun saus kacang. Namun seperti bubur yang dibumbui.
Rasa bumbunya yang gurih dan berempah ini pun menambah kelezatan serta memberikan keunikan rasa pada menu ini. Belum lagi tambahan keripik singkong memberi tekstur crispy sekaligus rasa pedas yang menggigit. Menu ini memiliki rasa yang lezat dan kaya.  Semua rasa tercampur dengan sangat pas di lidah.
Penambahan kripik singkong pedas pada sate padang ini ternyata menambah citarasa tersendiri untuk satenya, kuah padang yang khas dengan rempah-rempahnya, ditambah sate lidah sapi yang kenyal dan irisan ketupat menyempurnakan semua rasa dan tampilan dari sate padang warung Sate Padang Asli yang berada di Jalan Kaliurang km. 5 ini.
Sebelum dihidangkan, sate ini dipanasi terlebih dahulu. Sebenarnya sate ini sudah matang. Karena sudah dimasak dengan bumbu rempah tertentu terlebih dahulu. Proses pembakaran di sini hanya untuk menambah aroma dan cita rasa dari sate padang itu sendiri. Hmm, ayo cobain deh!

Sabtu, 05 September 2015

Menjajaki Takoyaki yang Jadi idola di Jogja Japan Week


Tidak afdol jika mengunjungi Jogja Japan Week tanpa menyambangi stand-stand kuliner yang turut serta dalam memeriahkan acara. Berbagai kuliner baik dari Jepang maupun lokal diserbu para pengunjung. Salah satunya ialah takoyaki.
Takoyaki adalah nama makanan asal daerah Kansai di Jepang, berbentuk bola-bola kecil dengan diameter 3-5 cm yang dibuat dari adonan tepung terigu diisi potongan gurita di dalamnya. Takoyaki biasanya dijual sebagai jajanan di pinggir jalan untuk dinikmati sebagai cemilan. Takoyaki biasa dijual dalam bentuk set dengan 1 set berisi 5, 6, 8 hingga 10 buah takoyaki yang disajikan di atas lembaran plastik berbentuk perahu atau dimasukkan ke dalam kemasan plastik transparan untuk dibawa pulang.
Stand yang cukup kecil tersebut tidak menutup kemungkinan untuk diserbu para pecinta kuliner Jepang. Antrian yang cukup panjang tak jarang membuat banyak calon pembeli menggagalkan rencana untuk membeli makanan bulat tersebut. Harganya pun cukup terjangkau. Mulai dari Rp.10.000,-saja lho.

Kamis, 27 Agustus 2015

Saparella, Minuman Klangenan yang Tergusur


Stand kuliner di FKY yang satu ini memang nyentrik. Bernama MBOIS, stand ini menjual minuman yang cukup menjadi klangenan bagi masyarakat Jogja yaitu Saparella.
Botol kaca bening menggembung di bagian bawah dan bertutup kuning. Berbentuk seperti tabung penelitian. Delapan botol berisi cairan coklat kehitaman dan ditempeli stiker. Saparella disebut-sebut sebagai minuman kalangan kelas atas karena hanya tersedia di restoran-restoran mahal. Namun adapula yang menyebutnya minuman dangdut karena rasanya yang nendang dan berbotol gendut.
Banyak dari generasi abad 21 yang tak mengenal Saparella. Nama Saparella plesetan dari tanaman Sarsaparilla, bahan utama pembuat minuman ini. Sarsaparilla memiliki nama latin Smilax aristolochiaetolia, sejenis tanaman rambat perdu dan berduri. Padahal Saparella merupakan minuman berkarbonasi pertama di Jawa yang sangat popular di tahun 1960-an. Namun, ia lambat laun tergeser dan redup di makan zaman.
Minuman produk industri rumahan ini kalah telak saat bertarung dengan minuman berkarbonasi dengan merek luar negeri yang lebih keras, memiliki banyak varian rasa, mempunyai banyak ukuran dan lebih mudah ditemukan konsumen. Konon, dahulu banyak produsen lokal yang membuat Saparella. Namun seiring berjalannya waktu dan regulasi yang semakin rumit, mengakibatkan pembuat Saparella terseok-seok dan gulung tikar. Nah, mumpung Festival Kesenian Yogyakarta masih berlangsung, tak ada salahnya mencoba jika belum pernah mencoba. Hanya Rp.7.000,- saja, Anda sudah bisa merasakan cola ala Jogja.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Black is such a happy Color, Darling!


Mendengan kata gothic pastilah yang terpikirkan ialah tentang dunia kegelapan. Bagaimana tidak, gothic memang identik dengan kengerian dan kesuraman. Eits, jangan salah persepsi dulu tentang gothic yang satu ini. Gothic kali ini tentang kuliner yang baru ngetrend di Jogja. Namanya King’s Black Burger. Disebut King’s Black Burger karena memang secara penampilan, burger yang ditawarkan benar-benar berwarna hitam pekat. Tidak seperti burger yang mainstream di pasaran. Warna hitam pada roti burger didapat dari campuran bambu Jepang yang konon baik untuk pencernaan. Selain itu, burger ini dijual dalam foodtruck yang tak kalah gothicnya. Dengan tagline “Black is such a happy Color, Darling”, sang burger hitam pun mampu memikat para pecinta kuliner Jogja.
Meski burger ini berwarna hitam, namun soal rasa cukup juara. Isi yang disajikan disisipi telur mata sapi yang mampu membuat tekstur burger terasa lebih berat di lidah. Untuk harga sendiri cukup terjangkau. Dengan Rp25.000, seporsi King’s Black Burger sudah bisa Anda dapatkan. King’s Black Burger belum membuka gerai di Jogja, namun dapat didapatkan melalui event-event Jogja. Kali ini foodtruck King’s Black Burger hadir di Jogja Food Fashion Festival JEC.

Jumat, 21 Agustus 2015

Es Krim Roll, Kuliner unik dari Negara Ong Bak


Mendengar namanya saja pasti akan mengernyitkan kening. Eskrim roll. Ice cream roll tersebut seperti es krim kebanyakan. Namun cara penyajiannya saja yang cukup unik. Awalnya es krim cair tersebut seolah-olah digoreng pada pan. Lalu setelah kering dan beku, es krim tersebut ditiriskan dengan cara diroll. Dan disajikan dalam cup yang cukup besar.
Konon, es krim tersebut memang menjadi idola di Negara Ong Bak tersebut. Es krim roll Thai tersebut mencuri perhatian di kancah kuliner Jogja. Karena cukup jarang metode penyajian roll dalam dunia es krim. Rasa yang ditawarkan pun ada tiga macam. Green tea, vanilla, dan cokelat. Lalu ada enam macam topping yang siap dipilih seperti manisan, oreo, kacang, nata de coco, coco crunch, dan strawberry.
Harga yang dibandrol seporsi ice cream roll cukup terjangkau yaitu Rp25.000. Sudah bisa memilih dua topping. Namun es krim ini hanya bisa dibeli saat pameran dan event-event saja karena memang tidak membuka gerai di Jogja. Namun jika ingin mencoba sekarang, datang saja ke Jogja Food Fashion Festival yang digelar di JEC. Selamat mencoba!

Rabu, 12 Agustus 2015

Warung Serba Sambal


Ada sekira 30 jenis sambal yang bisa dipilih sendiri sesuai selera seperti sambal terasi segar, sambal jamur, sambal bawang, sambal bajak, sambal gobal gabul, sambal mangga muda, sambal bawang lombok ijo, dan aneka sambal lainnya.
Dalam penyebutan nama-nama sambalnya memang sangatlah unik. Salah satu contohnya adalah sambal teroris yang ternyata adalah sambal bajak. Selain itu juga ada sambal goalpal nama lain dari sambal bawang, Sambal gobal-gabul yang merupakan campuran sambal terasi ijo dan sambal kecap dan sambal hantu kiper atau sambal bawang lombok ijo. Selain sambal-sambal di atas yang memiliki nama yang unik ada pula menu sambal lainnya seperti sambal terasi dan sambal mangga Muda yang cukup digemari.
Lauk pauk yang tersedia juga sangat variatif seperti menu penyetan. Waroeng SS juga menyediakan aneka lauk seperti cumi goreng tepung, ayam goreng, wader, bawal, bandeng, tempe dan belut goreng. Yang favorit di sini ialah jamur goreng. Waroeng SS juga menyediakan aneka sayur seperti  aneka lalapan, ca kangkung, ca jamur, sayur asem, trancam, pecel, karedok, dan plencing Jawa.
Waroeng SS ini pun telah buka di banyak tempat di Jogja. Ada yang di Jl. MT. Haryono, Jl. Samirono Baru, Jl. Kusumanegara, Jln Godean KM 5.5, Jln Monjali, Jln Babarsari, dan di Ringroad Utara Jogja. Harga pun sangat bersahabat.  Dengan Rp.13.000,-saja sudah bisa menyantap lele goreng, nasi, sambal, dan es teh. Murah bukan?