Rabu, 14 Oktober 2015

Sate Cak Djauhari, Sajikan Kisah antara Sate dan Soto Sulung


Boleh jadi banyak yang lebih kenal tempat ini dengan nama sate Concat. Sebab, pertama, menu andalannya adalah sate. Kedua, lokasinya ada di selatan terminal Condong Catur. Dari perempatan Ring Road Gejayan lurus ke utara. Sebelum terminal bus Concat sebelah kiri dari arah Gejayan itulah lokasi Depot Makan Nikmat atau yang lebih dikenal dengan sebutan  Warung Sate Cak Jauhari.
Satu porsi sate berisi sepuluh tusuk dan dihargai Rp15.000. Ada Sate Ayam, Sate kambing, Sate Usus, Sate Uritan, dan Sate Campur. Tersedia pula Soto Sulung dengan kuah yang gurih dan nikmat. Semua menu bisa dinikmati bersama sepiring nasi putih maupun seporsi irisan lontong, sesuaikan saja dengan selera Anda. Irisan daging pada satenya pas, empuknya juga pas, dibaluri bumbu kacang yang lezat, maka tak heran bila warung ini selalu penuh oleh pelanggan.
Depot Nikmat Sate Ayam Cak H. Djauhari tidak pernah sepi dari pembeli. Maklum, Wisata Kuliner Jogja yang satu ini sudah berdiri hampir 20 tahun lebih. Sehingga pelanggan pun sudah tidak akan lari ke mana-mana. Meski begitu, soal rasa tetap terjaga meskipun penggunakan bahan dasarnya disesuaikan dengan harga di pasar. Selamat berkuliner!

Kamis, 01 Oktober 2015

Mencecap Beningnya Kuah Soto Mbok Djinten


Biasanya kuliner Jogja yang bernama soto dikenal dari area Jogja selatan. Tepatnya daerah Kadipiro dan Tamansari. Namun di kawasan Perumnas Condong catur terdapat menu soto yang tidak bisa dilewatkan. Tempatnya cukup luas, namun karena banyaknya pengunjung yang menyantap, memberikan kesan sempit pada warung soto yang satu ini.
Soto Mbok djinten memang sudah lama terdengar bagi pecinta kuliner Jogja satu ini. Rasa segar dan gurihnya bawang goreng memang tak terlupakan. Dari tampilannya saja, soto ini tergolong unik. Meski soto campur, soto dan nasinya seolah seperti pulau dan lautan. Terbelah menjadi dua sisi. Dengan topping bihun, kecambah, bawang goreng, dan selderi. Suwiran ayamnya menambah kelezatan soto ini.
Menu yang disediakan di antaranya Soto ayam, Soto Nasi Pisah, Sate Paru, Sate Telur Puyuh,perkedel, Martabak, Tempe garit, Mendoan, Tahu bakso, Es jeruk, Es teh, jeruk anget , Es teh tawar, Teh anget, dan tentunya kerupuk. Letaknya cukup nyempil, namun jika biasa berkendara di daerah Perumnas Condong catur tidaklah mudah.  Jl. Cempaka No 119A, Condong Catur, Sleman. Dari RS JIH, ke timur, ada jalan masuk ke utara.lurus saja hingga pertigaan yang ketiga. Soto Mbok Djinten berada di kanan jalan. Tepat di pertigaan RS Condong Catur.

Rabu, 16 September 2015

Mie Buto dari Jalan Wonosari


Kota Jogja yang memang menjadi kota yang terkenal akan wisata kulinernya yang sangat beragam. Di Jogja Anda bisa nemuin makanan apa saja, mulai dari yang harganya seribuan sampai ratusan ribu. Dari yang harganya sangat mahal, harga sedang, dan sangat murah. Ini dia salah satu tempat yang wajib untuk dikunjungi. Tepatnya berada di daerah Timur kota Yogyakarta. Di jalan Wonosari km. 8 yogyakarta.
Jika dari arah kota maka tempat kuliner ini berada di kanan jalan. Kalau mengaku penggemar mie dan sempat singgah di jogja, harus mampir dan buktikanlah sebagai penggemar mie! Karena ini adalah satu lagi kuliner yang wajib dicoba bagi Anda pencinta kuliner dan pencinta makan besar.
Rasa mie ayam memang tidak berbeda dengan mie ayam yang lain. Namun porsi yang luar biasa ini kadang membuat banyak orang penasaran dan ingin mencobanya. Bahkan beberapa pengunjung datang untuk bertanding siapa yang mampu menghabiskan mie ayam ini. Itulah yang menarik banyak pembeli atau para pencinta kuliner, berdatangan ke sana. Sehingga, banyak orang yang menyebut mie ayam itu dengan  mie ayam porsi kuli, mie ayam porsi siluman, mie ayam jatah kuli, dan lain sebagainya

Selasa, 08 September 2015

Pesona Sate Padang di Jalan Kaliurang


Jika membeli sate di Jogja memang kebanyakan berbahan daging sapi, ayam, kelinci atau kambing. Namun tidak di sini. Sate padang yang cukup digemari ini menggunakan lidah sapi sebagai bahan satenya. Bumbunya pun bukan kecap ataupun saus kacang. Namun seperti bubur yang dibumbui.
Rasa bumbunya yang gurih dan berempah ini pun menambah kelezatan serta memberikan keunikan rasa pada menu ini. Belum lagi tambahan keripik singkong memberi tekstur crispy sekaligus rasa pedas yang menggigit. Menu ini memiliki rasa yang lezat dan kaya.  Semua rasa tercampur dengan sangat pas di lidah.
Penambahan kripik singkong pedas pada sate padang ini ternyata menambah citarasa tersendiri untuk satenya, kuah padang yang khas dengan rempah-rempahnya, ditambah sate lidah sapi yang kenyal dan irisan ketupat menyempurnakan semua rasa dan tampilan dari sate padang warung Sate Padang Asli yang berada di Jalan Kaliurang km. 5 ini.
Sebelum dihidangkan, sate ini dipanasi terlebih dahulu. Sebenarnya sate ini sudah matang. Karena sudah dimasak dengan bumbu rempah tertentu terlebih dahulu. Proses pembakaran di sini hanya untuk menambah aroma dan cita rasa dari sate padang itu sendiri. Hmm, ayo cobain deh!

Sabtu, 05 September 2015

Menjajaki Takoyaki yang Jadi idola di Jogja Japan Week


Tidak afdol jika mengunjungi Jogja Japan Week tanpa menyambangi stand-stand kuliner yang turut serta dalam memeriahkan acara. Berbagai kuliner baik dari Jepang maupun lokal diserbu para pengunjung. Salah satunya ialah takoyaki.
Takoyaki adalah nama makanan asal daerah Kansai di Jepang, berbentuk bola-bola kecil dengan diameter 3-5 cm yang dibuat dari adonan tepung terigu diisi potongan gurita di dalamnya. Takoyaki biasanya dijual sebagai jajanan di pinggir jalan untuk dinikmati sebagai cemilan. Takoyaki biasa dijual dalam bentuk set dengan 1 set berisi 5, 6, 8 hingga 10 buah takoyaki yang disajikan di atas lembaran plastik berbentuk perahu atau dimasukkan ke dalam kemasan plastik transparan untuk dibawa pulang.
Stand yang cukup kecil tersebut tidak menutup kemungkinan untuk diserbu para pecinta kuliner Jepang. Antrian yang cukup panjang tak jarang membuat banyak calon pembeli menggagalkan rencana untuk membeli makanan bulat tersebut. Harganya pun cukup terjangkau. Mulai dari Rp.10.000,-saja lho.

Kamis, 27 Agustus 2015

Saparella, Minuman Klangenan yang Tergusur


Stand kuliner di FKY yang satu ini memang nyentrik. Bernama MBOIS, stand ini menjual minuman yang cukup menjadi klangenan bagi masyarakat Jogja yaitu Saparella.
Botol kaca bening menggembung di bagian bawah dan bertutup kuning. Berbentuk seperti tabung penelitian. Delapan botol berisi cairan coklat kehitaman dan ditempeli stiker. Saparella disebut-sebut sebagai minuman kalangan kelas atas karena hanya tersedia di restoran-restoran mahal. Namun adapula yang menyebutnya minuman dangdut karena rasanya yang nendang dan berbotol gendut.
Banyak dari generasi abad 21 yang tak mengenal Saparella. Nama Saparella plesetan dari tanaman Sarsaparilla, bahan utama pembuat minuman ini. Sarsaparilla memiliki nama latin Smilax aristolochiaetolia, sejenis tanaman rambat perdu dan berduri. Padahal Saparella merupakan minuman berkarbonasi pertama di Jawa yang sangat popular di tahun 1960-an. Namun, ia lambat laun tergeser dan redup di makan zaman.
Minuman produk industri rumahan ini kalah telak saat bertarung dengan minuman berkarbonasi dengan merek luar negeri yang lebih keras, memiliki banyak varian rasa, mempunyai banyak ukuran dan lebih mudah ditemukan konsumen. Konon, dahulu banyak produsen lokal yang membuat Saparella. Namun seiring berjalannya waktu dan regulasi yang semakin rumit, mengakibatkan pembuat Saparella terseok-seok dan gulung tikar. Nah, mumpung Festival Kesenian Yogyakarta masih berlangsung, tak ada salahnya mencoba jika belum pernah mencoba. Hanya Rp.7.000,- saja, Anda sudah bisa merasakan cola ala Jogja.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Black is such a happy Color, Darling!


Mendengan kata gothic pastilah yang terpikirkan ialah tentang dunia kegelapan. Bagaimana tidak, gothic memang identik dengan kengerian dan kesuraman. Eits, jangan salah persepsi dulu tentang gothic yang satu ini. Gothic kali ini tentang kuliner yang baru ngetrend di Jogja. Namanya King’s Black Burger. Disebut King’s Black Burger karena memang secara penampilan, burger yang ditawarkan benar-benar berwarna hitam pekat. Tidak seperti burger yang mainstream di pasaran. Warna hitam pada roti burger didapat dari campuran bambu Jepang yang konon baik untuk pencernaan. Selain itu, burger ini dijual dalam foodtruck yang tak kalah gothicnya. Dengan tagline “Black is such a happy Color, Darling”, sang burger hitam pun mampu memikat para pecinta kuliner Jogja.
Meski burger ini berwarna hitam, namun soal rasa cukup juara. Isi yang disajikan disisipi telur mata sapi yang mampu membuat tekstur burger terasa lebih berat di lidah. Untuk harga sendiri cukup terjangkau. Dengan Rp25.000, seporsi King’s Black Burger sudah bisa Anda dapatkan. King’s Black Burger belum membuka gerai di Jogja, namun dapat didapatkan melalui event-event Jogja. Kali ini foodtruck King’s Black Burger hadir di Jogja Food Fashion Festival JEC.